WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

Iwan Fals Di-Kick Andy

Oleh: Andri Oktavia dan Djoko Dwi Prayogi

Rabu (27/1), Iwan Fals diundang Andy F Noya, produser sekaligus presenter acara Kick Andy untuk mengikuti shoting program acara talkshow Kick Andy. Kick Andy edisi Iwan Fals ini akan tayang di Metro TV pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2009 pukul 21.30 WIB, dan tayang ulang pada hari Minggu tanggal 7 Februari 2009 pukul 15.30 WIB.

Tak kurang selama tiga jam, terbagi dalam enam segmen, Iwan Fals dicecar oleh Andy dengan pertanyaan-pertanyaan segar khas Andy, yang terutama seputar kehidupan pribadi, keluarga, hingga karir bermusik seorang Iwan Fals dulu dan kini.

Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh personil tiga rambu. Diantaranya tampak Rosana (istri Iwan), putra dan putri Iwan Fals (Cikal dan Raya), Kresnowati, Titin, Silla, dan lain-lain, mereka hadir di studio Metro TV semenjak sore hari.

Acara juga dihadiri oleh puluhan fans Iwan Fals. Umumnya berasal dari Oi. Disamping itu juga tampak hadir audiens, lebih dari seratus mahasiswa asal Jogjakarta, masing-masing dari UGM dan UII. Tampak pula hadir puluhan Mahasiswa Unpad, Bandung, serta 50-an kepala sekolah yang berasal dari Bangkalan Madura.

Di acara tersebut Iwan sempat melantunkan bebeberapa buah lagu. Diantaranya, Suhu, Aku Menyayangimu dan Hio. Dua buah lagu, Suhu dan Aku Menyayangimu, adalah lagu yang ada di album baru Iwan Fals, bertitel ‘Keseimbangan’. Launching album tersebut akan diadakan di kediaman Iwan Fals di Leuwinanggung, Cimanggis-Depok, pada tanggal 20 Februari 2009.

iwanfals.co.id juga hadir, menyimak pertanyaan Andy dan jawaban-jawaban langsung dari Iwan Fals. Acara ini mengetengahkan beberapa babakan menarik, semisal perjalanan hidup seorang Iwan Fals ketika masih muda atau ABG, dan menjadi remaja ”tukang nongkrong” di Bandung.

Andy juga menanyakan sejarah pertemuannya dengan Rosana di Jakarta, kiprah bermusik Iwan di Bandung, pergulatan batin Iwan Fals semenjak ditinggal pergi putra kesayangannya, Galang Rambu Anarki, semuanya jadi menarik untuk disimak.

Bahkan, beberapa pertanyaan dari Andy membuat Iwan ”berat” mengucapkan kata, sebagian membuat Iwan berkaca-kaca. Spontanitas dan ke-terus terang-an jawaban dari seorang Iwan, membuat acara semakin hidup.

Bahkan hingga cerita babakan cintanya kepada Galang, atau kekaguman Iwan terhadap putranya itu, sampai saat-saat berkesan terakhir serta obsesi Iwan yang tak kesampaian manggung bareng Galang, juga terurai dari mulut Iwan.

Sesi demi sesi acara tersebut juga menghadirkan beberapa kawan lama Iwan Fals, terutama eks rekannya di kelompok musiknya yang lawas. Salah satu sesi juga menghadirkan Kang Engkus dari Bandung. ”Sang Manajer” Iwan yang pertama, Engkus ternyata seorang montir sepeda motor di Bandung, yang bekerja di bengkel tempat Iwan Fals senantiasa kongkow menghabiskan waktu, saat masih ABG.

Beberapa jawaban menarik diantaranya, disampaikan Kang Engkus, dulu menurut Engkus kepiawaian Iwan Fals dalam bermusik sudah terlihat. Iwan menurutnya pandai bernyanyi, memetik gitar dan mencipta lagu kendati masih duduk di bangku SMP.

Saat itu menurut Engkus, di tahun 1977/1978 Iwan Fals kerap nongkrong di bengkel miliknya di Dago, Bandung. Dari situ Engkus memperhatikan Iwan yang kerap menenteng dan memainkan gitar kemanapun pergi.

Selain kongkow di bengkelnya, Iwan Fals juga sudah kerap mengamen di Kota Bandung. Sadar bakat yang dimiliki Iwan luar biasa, karena dimiliki oleh anak seusia 13-an tahun itu, akhirnya Engkus berinisiatif ”memasarkan” Iwan Fals ke berbagai acara, semisal sunatan, nikahan atau hajatan yang lainnya.

Uniknya bayaran yang diterima mereka umumnya bukan uang, melainkan makanan atau buah-buahan. Pertualangan mereka dari satu panggung ke panggung hiburan rakyat di hampir seluruh tempat di Jawa Barat akhirnya mereka lakoni.

Saat itu menurut Engkus sedang booming lagu-lagu karya Rolling Stone, Bob Dylan dan sebagainya. Apalagi info acara begitu banyak mereka terima, mengingat bengkel tempatnya mencari nafkah memang selalu silih berganti menerima tamu.

Rahasia nama Iwan Fals yang digunakannya hingga sekarang, akhirnya terungkap juga. Nama itu diberikan oleh Engkus, di satu kesempatan Iwan manggung. Nama itu menurut Engkus terlintas begitu saja.

Selain sebagai trademark ”anak asuhnya”, menyandang embel-embel ”Fals” tentu tidak akan membuat malu, jika penampilan anak asuhnya tersebut tidak bagus.

Iwan bahkan sempat tidak ngeh karena mulai saat itu namanya sudah berembel-embel Fals jika tidak diberi tahu Engkus. ”Sudah, nanti kalau dipanggil Iwan Fals, kamu naik saja ya ke panggung,” urai Engkus mengingat kalimat yang pernah diucapkannya kepada Iwan, lebih 20 tahun yang lalu. Saat itu, Iwan menurut saja.

Di acara itu, Iwan juga sempat mengakui selama satu tahun lamanya, tahun 79/80, ketika sudah di Jakarta, dia sempat tenggelam jadi pengkonsumsi narkoba. Masa itu dia sempat menciptakan sebuah lagu, berjudul Mr Gele.”Yah asik juga, pikiran mengawang-awang, seperti memiliki dunia sendiri,” urai Iwan diselingi ketawa penonton.

Kendati demikian, Iwan mengaku tidak sampai menjadi pecandu permanen, dia sadar mesti meninggalkan narkoba yang sudah menenggelamkannya selama setahun. Lantas dia memutuskan untuk kembali menjalani hidup normal.

Acara makin lengkap menyimak penuturan kekaguman Iwan terhadap almarhum putranya Galang, ketika sempat memergoki putranya berlatih musik. Dia (Galang -red), menurut Iwan datang seorang diri lebih dulu dari rekan-rekannya. ”Dari situ, anak seusia dia sudah menunjukkan sikap disiplinnya,” urai Iwan.

Iwan juga sempat menepis ikhwal meninggalnya Galang yang diisukan meninggal karena over dosis narkoba. Menurut Iwan, Galang meninggal karena gangguan pernafasan akut.

Dia juga menjelaskan pengalaman terakhirnya bersama Galang. Beberapa waktu sebelum Galang berpulang, dia (Iwan dan Galang -red), sempat bermain musik bareng di sebuah studio.

Saat itu yang mengherankan, Galang membaluri wajahnya dengan bedak. Sesudahnya Galang sangat ekspresif. Satu-satu alat musik di studio dimainkan oleh putranya tersebut bergantian tanpa terkecuali. ”Itu salah satu kenangan saya sebelum dia berpulang,” tambah Iwan.

Dia juga mengingat momen Galang memutuskan untuk tidak bersekolah dan ingin total bermusik, sebuah pandangan yang menurut Iwan perlu diapresiasi, karena lahir dari seorang anak yang berusia 15-an tahun.

Acara tambah menarik, manakala Rosana menceritakan awal perkenalannya dengan Iwan, serta rasa cintanya yang bertahan hingga kini. Karena Iwan Fals tetap memiliki kepedulian terhadap orang lain. Selain memang sedari dulu menurut Yos, dia ingin memiliki keluarga yang utuh, tidak bercerai hingga keduanya memasuki masa tua.

Uniknya, jauh sebelum Iwan tenar, Rosana mengakui belum mengenal pribadi Iwan Fals. Suatu saat Iwan sempat menyerahkan demo lagu-lagunya kepada salah seorang kawannya, Rosana lantas ikut mendengarkan demo lagu-lagu Iwan tersebut. ”Wah, pasti baik betul ya orang ini. Karena lagu-lagunya begitu detil, membicarakan tentang kehidupan,” urai Rosana saat menebak-nebak pribadi Iwan sebelum mengenalnya.

Berita Lain

1   Sasando, Agar Bisa Hidupi Musisi Timor
2   Nasib Para Jago Terbang Yang Terus Meroket
3   Batik Indonesia dari Seni, Tradisi, Hingga Penghidupan
4   Wajah KRL Jabotabek Tak Beranjak
5   Tarung Bebas Kediri, Hasrat Bertarung Yang Tak Lekang Oleh waktu
6   Idealisme OCC, Bukti Eksistensi Yang Mesti Dipertahankan
7   Perlu Kesiapan Mental, Fisik dan Skill Agar Relawan Kerja Maksimal
8   Popularitas... Aya-Aya Wae