WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

Banjir Genangi Sebagian Besar Jawa

Oleh Andri Oktavia

Perkara banjir di Indonesia, bukan perkara baru. Semenjak daya dukung lingkungan yang rusak, kebiasaan buruk masyarakat perkotaan yang membuang sampah seenaknya, pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, ikut memperparah ketidakmampuan lingkungan menjaga keseimbangannya.

Pantauan iwanfals.co.id, hujan yang terus menerus mengguyur wilayah DKI dan sekitarnya sudah menggenangi beberapa titik di ibukota. Pada Selasa (19/1), salah satu kawasan yang tergenang banjir adalah kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

Bahkan menurut laporan media, tak hanya di Cengkareng. Sejumlah kawasan di Jakarta juga sudah mulai digenangi banjir. Kondisi ini selalu menimbulkan efek domino, yakni banyaknya kendaraan mogok. Alhasil, kondisi jalan yang sudah padat sebelumnya menjadi semakin macet dan semrawut.

Setidaknya akibat hujan yang terjadi sejak Selasa (19/1), membuat lebih dari 20 lokasi genangan air di berbagai ruas jalan di wilayah DKI Jakarta. "Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ibukota sejak dini tadi, genangan air yang mempunyai kedalaman antara 10 hingga 50 cm terjadi di ruas jalan ibukota," kata operator Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Briptu Yoka.

Data yang dihimpun TMC dari petugas di lapangan, sempat menggenang di sebanyak 22 genangan air di berbagai jalan raya. Di wilayah Jakarta Utara, genangan terjadi di lima titik antara lain di Jalan Martadinata (dengan ketinggian air 20 cm), Jalan Muara Baru (20 cm), dan Jalan Yos Sudarso (20 cm). Di wilayah Jakarta Pusat, banjir terjadi di lima titik antara lain ruas Jalan Letjen Suprapto dekat perempatan Coca-Cola (40 cm), Jalan Pangeran Jayakarta (30 cm), dan Jalan Simpang Lima Atrium Senen jalur lambat (20 cm).

Di wilayah Jakarta Selatan, genangan terdapat di Kebayoran Lama setelah perempatan Bungur (20 cm), Jalan Raya Kemang (20 cm), bawah Jalan Layang Semanggi (20 cm), dan Jalan Sisingamangaraja di depan Kejaksaan Agung yang mengarah ke Terminal Blok M (20 cm).

Di wilayah Jakarta Timur, jalan yang tergenang di empat titik antara lain di Jalan Ahmad Yani depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur (25 cm), dan ruas jalan depan Kawasan Industri Pulogadung (30 cm).

Di wilayah Jakarta Barat, genangan terletak di Jalan Raya Daan Mogot depan Indosiar (30 cm), Jalan Arjuna Selatan Kebon Jeruk (30 cm), Jalan Arjuna Utara Kebon Jeruk (30 cm), dan depan Puskesmas Taman Palem (20 cm). Genangan tersebut mengakibatkan terhambatnya arus lalu lintas karena kepadatan kendaraan. Petugas kepolisian lalu lintas saat ini bersiaga di berbagai lokasi tersebut untuk mengatur arus lalu lintas.

Tidak hanya di Jakarta, banjir sejak tiga hari sudah menggenangi sekitar dua ribu rumah warga di sebelas desa di Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, hingga Rabu (20/1), terus meluas.

Bahkan, kini banjir sudah menggenangi ribuan hektar tanaman padi dan tambak. Kendati demikian, sejumlah warga di tiga desa terparah seperti Tambak Sari, Tambak Sumur, dan Karang Kamulyan, enggan dievakuasi oleh petugas.

Mereka menolak dievakuasi karena menganggap banjir belum membahayakan. Padahal, ketinggian banjir sudah se-dada orang dewasa. Namun, tim penanggulangan banjir setempat sudah menyiapkan lokasi pengungsian untuk warga.

Menurut Ketua Pos Komando Peduli Banjir Kecamatan Tirtajaya, pihaknya akan melakukan evakuasi untuk penyelamatan korban banjir. Sejauh ini para petani merugi hingga ratusan juta rupiah. (IDS/ANS)

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, hal yang sama juga terjadi. Hujan yang mengguyur Kendal, Jawa Tengah, selama beberapa hari mengakibatkan banjir dan merendam puluhan hektar sawah dan beberapa desa.

Sementara banjir yang menggenangi beberapa rumah warga sudah mengering. Namun, banjir masih menggenangi Desa Wonosari Patebon karena sistem drainase di wilayah itu kurang baik.

Sisa banjir mengakibatkan jalan di jalur pantai utara Kendal rusak. Aspal banyak yang mengelupas dan berlubang. Di Jalan Raya Cepiring misalnya, jalanan antara cor dengan aspal mulai mengelupas dan retak.

Sementara, di Jawa Timur, Banjir menggenangi Mojokerto, Banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan lereng Pegunungan Penanggungan di desa Seloliman, kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (19/1).

Tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun rusaknya sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, menyebabkan 500 Kepala Keluarga (KK) di desa itu terisolir.

Bencana ini terjadi menyusul turunnya hujan deras yang menyebabkan naiknya debit air Sungai Marmoyo yang mengalir dari hutan di sekitar puncak Gunung Penanggungan hingga ke wilayah pemukiman. Akibatnya sejumlah rumah warga rusak, jalan-jalan dipenuhi batu-batu besar dan sebuah jembatan putus. (MLA).

Berbagai Sumber/Ant/lip.6/MI.

Berita Lain

1   Mutiara, ”Jauh Di Laut Dekat di Hati”
2   Lambannya Penanganan Kasus Century Bikin Kerugian Ekonomi
3   Masih Lemah, Perlindungan Konsumen di Indonesia
4   Kasus Century Dapat Pengaruhi Investasi di Indonesia
5   Sendal dan Sepatu Rumahan Bogor Tetap Hidup, Meski Sulit
6   Perbankan dan Lembaga Keuangan Kucurkan Kredit Untuk Koperasi dan UMKM
7   Dunia Konstruksi Indonesia Masih “Menggeliat”
8   Hendi: Petani Jagung Semakin Meningkat