Perbankan dan Lembaga Keuangan Kucurkan Kredit Untuk Koperasi dan UMKM
Oleh: Andri Oktavia
Koperasi dan UKM diharapkan menjadi pilar pertumbuhan ekonomi bangsa. Untuk itu pemerintah berencana memberikan anggaran sebesar Rp 100 trilyun, kepada Koperasi dan UMKM selama lima tahun ke depan.
Setidaknya hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM DR Syarief Hasan, MM, MBA. Pada kesempatan pembukaan Expo Pembiayaan Koperasi dan UKM 2009, 7/12-9/12 di Jakarta.
Bukti Keberpihakan Pada kesempatan tersebut, menteri menyambut gembira kucuran kredit yang diberikan kalangan perbankan dan lembaga keuangan, dengan jumlah 2,1 trilyun rupiah, kepada kalangan Koperasi dan UKM.
Upaya kalangan perbankan dan non perbankan (lembaga keuangan -red) tersebut, telah menunjukkan eksistensi mereka, berupa keberpihakan kepada kalangan Koperasi dan UMKM.


 Beberapa perbankan dan lembaga keuangan, menyalurkan kredit total senilai Rp 2,1 trilyun, dengan kategori kredit yang diberikan oleh perbankan, senilai Rp 2 trilyun, dikucurkan kepada 492 koperasi dan lebih dari 5000 UMKM.
Sisanya, Rp 98 milyar adalah kredit yang disalurkan oleh lembaga keuangan non perbankan. Kredit tersebut diberikan kepada 512 koperasi dan 18.000 UMKM.
Pemberian kredit perbankan, diantaranya diberikan oleh Bank Bukopin, dengan total nilai kredit sebesar Rp 1,5 trilyun, BNI (82,2 milyar), Bank Jabar Banten (303 milyar), BII (105 milyar), Bank Syariah Mandiri (10 milyar), Bank Mandiri (8,7 milyar), BRI (8,4 milyar), BPD Yogyakarta (2,8 milyar), dan sebagainya.
Sementara lembaga keuangan yang menyalurkan kreditnya untuk koperasi dan UMKM pada kesempatan ini diantaranya, Permodalan Nasional Madani (31,85 milyar), LPDB-UMKM (18,7 milyar), Bahana Artha Ventura (15 milyar), LPEI (10,113 milyar), Perum Pegadaian (7,6 milyar), dan sebagainya.
Kejar 20 Trilyun Dengan bantuan kredit yang baru saja diberikan, pada tahun ini sudah tercatat sebesar Rp 18,3 trilyun dana yang sudah dikucurkan oleh pemerintah dan swasta.
Dari jumlah tersebut dia yakin, dalam bulan Desember 2009, jumlah kucuran kredit baik dari kalangan perbankan maupun non perbankan, sudah akan menyentuh angka Rp 20 trilyun. ”Sebuah angka yang mudah dicapai,” katanya.
Pemerintah sudah mencanangkan tahun 2010 sampai dengan 2014 akan menganggarkan Rp 20 trilyun setiap tahunnya. Hal ini berarti, lima tahun ke depan, koperasi dan UMKM akan mendapatkan fasilitas kredit sebesar Rp 100 trilyun dari pemerintah.
Menteri berjanji akan berupaya mengurangi kesulitan dan hambatan bagi kalangan pengusaha kecil. ”Ini merupakan komitmen pemerintah. Dengan menghilangkan beberapa hambatan, termasuk menurunkan cost of fund yang saat ini berlaku,” janji Syarief.
Kontribusi Koperasi dan UMKM Dia juga berpesan, pengelolaan dana kredit tersebut mesti sebaik-baiknya. Menteri berancana mengecek langsung ke daerah, terkait hal ini. Terutama perihal pengucuran termasuk penggunaan kredit yang sudah disalurkan. ”Ingat, pengecekan saya tidak akan secara protokoler. Saya mengecek langsung ke debitur-debitur yang paling akhir. Saya akan mengecek setiap ventura, koperasi, daftar nama-nama penerima kredit, sampai ke End User-nya,” tambahnya.
Jika hal ini, termasuk penyaluran dan penggunaan kredit dilakukan dengan sebaik-baiknya, target pemerintah pada tahun 2014 angka kemiskinan akan turun menjadi 8%.
Demikian pula dengan angka pengangguran, yang akan turun menjadi 5%. Sebab, bisa dibayangkan saat ini jumlah koperasi yang terdaftar di Kementerian sebanyak 166.000 lebih, ditambah UKM, hingga jumlah koperasi dan UKM mencapai 53 juta.
Bila koperasi memberi kontribusi satu tenaga kerja yang lantas diserap, maka akan terjadi penyerapan tenaga kerja sebesar 320.000 orang. ”Ini baru dari sektor koperasi,” harapnya.
Jika koperasi mampu menyerap 320.000 orang tenaga kerja, artinya, koperasi memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 1%. Jumlah tersebut belum dibaurkan dengan kontribusi dari pengusaha kecil dan menengah. ”Pada tahun 2014, insya Allah pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7%. Hingga perlu dukungan dan kebersamaan serta tanggung jawab yang besar dari semua pihak untuk mewujudkannya,” tandas Syarief.
|