WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

Dari Konser “SEPERTI MATAHARI”

Oleh : Teguh Siswoharsono dan Djoko Prayogi

Hening dan khusyu. Itulah kesan yang terekam kuat di Konser Bulanan Iwan Fals & Band kali ini yang bertajuk “Seperti Matahari” yang digelar di PanggungKita di kediaman Iwan Fals di Desa Leuwinanggung No. 19, RT/RW 01/03 Cimanggis, Depok pada Sabtu (12/9) silam.

Meski membawakan lagu-lagu yang butuh penjiwaan kuat dan digelar pada bulan puasa tidak lantas membuat konser ini menjadi tidak bertenaga. Seluruh penonton yang datang tetap semangat mengikuti jalannya konser.

Konser ini memang bertujuan untuk menularkan semangat toleransi antar umat beragama. ”Di bulan September ini, Tiga Rambu memilih judul konser ‘Seperti Matahari’ untuk merayakan kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Tiga Rambu juga mengundang Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), yang merupakan sebuah organisasi berbadan hukum yayasan yang bersifat non-sekterian, non profit, non pemerintah dan inpenden untuk mempromosikan dialog dan kerjasama lintas iman. Melalui ICRP diundang juga berbagai pemuka agama yang terdapat di Indonesia,” begitu bunyi press release yang dikeluarkan Tiga Rambu selaku penyelenggara acara.

Iwan Fals juga menegaskan pentingnya toleransi antar umat beragama agar tidak terjadi kekerasan antar umat beragama seperti yang sering terjadi di Indonesia. Seperti kejadian di Poso, Ambon dan Sampit tidak terulang lagi. ”Saya lihat di internet, kekerasan antar manusia begitu kejam. Seperti di Sampit ada bayi-bayi yang tak berdosa dan belum tahu apa-apa sudah dibantai,” ungkap Iwan.

Konser dibuka dengan lagu Intro. Lagu ini dipetik dari album Cikal (1991). Usai menyanyikan lagu Intro, Iwan Fals & Band langsung menyuguhkan lagu Berikan Pijar Matahari, Libur Kecil Kaum Kusam, Di Hatimu Aku Berlindung dan Awang-Awang.

Begitu masuk lagu Cinta, penonton seperti terhipnotis dan histeris dengan penampilan Iwan yang seperti kesurupan. Ditambah lagi sayatan gitar Totok Tewel yang memenuhi langit Leuwinanggung. Belum habis kekaguman pada lagu Cinta, penonton langsung disuguhi lagu Ada dan Doa. Tiga lagu itu dinyanyikan secara medley. Setelah itu dibawakan lagu Dimana.

Pada konser bulanan kali ini Tiga Rambu mendatangkan bintang tamu Rossa. ”Saya senang sekali bisa datang nyanyi bareng Mas Iwan Fals. Saya akan menyanyikan 40 lagu. Ha..ha.. Boleh nggak?” sambut Rossa sambil bercanda kepada fans Iwan Fals.

Rossa hadir membawakan tiga lagu, yaitu Takkan Berpaling Dari-Mu, Terlanjur Cinta dan membawakan lagu milik Iwan Fals, Matahati.

Setelah Rossa turun panggung, dibawakan lagu Ikrar, Di Mata Air Tak Ada Air Mata, Sangkala, lalu Seperti Matahari. Konser ditutup dengan lagu Kantata Taqwa. Pada lagu ini, para pemuka agama dengan pakaian khasnya yang diundang melalui ICRP naik ke atas panggung untuk memperkenalkan diri dan agama yang diwakilinya. Agama-agama yang diwakili adalah Islam, Kristen, Tao, Bahai, Budha, Hindu, dan Parmalim.

Dari keseluruhan konser secara musikalitas bisa dibilang sangat mantap. Kehadiran Totok Tewel jelas memberi pengaruh kuat. Kebetulannya lagi, lagu Sangkala dan Kantata Takwa memang untuk gitar aslinya dimainkan Totok Tewel.

Setelah konser selesai, acara dilanjutkan dengan perbincangan antara perwakilan dari Tiga Rambu yaitu Kresnowati, Iwan Fals, dengan pengurus/perwakilan dari ICRP dan para pemuka agama yang sebelumnya hadir di lagu Kantata Taqwa. Yang dibicarakan adalah tentang pentingnya toleransi antar umat beragama.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kultum yang dibawakan uleh Ustadz Yusuf Mansur. Dalam ceramahnya, beliau mengungkapkan tentang bagaimana pada awal beliau mempelajari tentang Islam dan pentingnya sedekah adalah melalui pimpinannya dulu yang keturunan Cina. Bahwa sedekah terdapat di semua agama. Kehadiran Ustadz Yusuf Mansyur, ditengah-tengah konser bagai angin penyejuk yang merasuki jiwa.

Sayang tausyah tidak terlalu panjang. Pasalnya, waktu Adzan Maghrib semakin mendekati. Setelah adzan berbunyi penonton disajikan menu berbuka puasa. Dan acara dilanjutkan kembali dengan Sholat Maghrib berjamaah.

Berita Lain

1   ROADSHOW 6 KOTA - CIREBON
2   ROADSHOW 6 KOTA - LAMONGAN
3   ROADSHOW 6 KOTA - BLITAR
4   ROADSHOW 6 KOTA - SOLO
5   ROADSHOW 6 KOTA - CILACAP, TASIKMALAYA, BANDUNG
6   Perjalanan Konser Gelar Seni dan Budaya Nias Bangkit
7   Cowboys In Paradise, Realita Atau Nasionalisme?
8   Iwan Fals & Band “Hentak” Launching Buku Arifin Panigoro