Aksi Sosial Tiga Rambu, Sambangi Anak Yatim di Yayasan Tubagus Pangeling
Oleh Andri Oktavia
Terkait rencana Konser Bulanan Iwan Fals, yang akan digelar pada 12/9 dan mengambil tema ”Seperti Matahari”, maka seperti biasanya terlebih dahulu digelar Aksi Sosial Tiga Rambu, yang digelar pada Sabtu (5/9). Kali ini Aksi Sosial digelar di Panti Asuhan Yatim Piatu Tubagus Pangeling, Kelurahan Tapos, Depok.
Tampak hadir menyemarakkan gelaran itu, Pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Tubagus Pangeling, H Sopian Sidiq dan Ketua Yayasan Tubagus Pangeling, Drs H Saefudin, serta beberapa tokoh warga Tapos, dan sekitar 60 anak yatim piatu dari panti asuhan tersebut.
 Sementara itu, dari pihak Tiga Rambu, hadir squad lengkap. Mereka diantaranya Rosana (istri Iwan Fals), Cikal (putri Iwan Fals), Titin, Kresnowati dan Silla. Tampak pula Raya, putra Iwan juga hadir di lokasi acara. Hadir juga Iwan Fals dan personil serta kru band-nya. iwanfals.co.id, juga berkesempatan meliput acara tersebut.
Yang jadi kesan berbeda, kendati sedang menjalani ibadah berpuasa, acara tersebut tetap dipersiapkan serius. Para kru Tiga Rambu, selepas Shalat Jum’at sudah hadir mempersiapkan acara di lokasi yang tak seberapa jauh dari Leuwinanggung.
Mereka diantaranya tampak Manto (kepala kru band), Mame’ (teknisi sound system), Dicky (kru gitar), Santoso (kru drum), Ari (kru gitar), dan Gareng (kru gitaris Totok Tewel). Selain itu juga tampak wajah para kru dokumentasi, diantaranya Feri, Ade, dan Firman. Dan juga kru produksi, Udin, Dedi, Mahyudin, dan Herman. Meski mereka sebagian sedang menjalankan ibadah puasa, soal kerja, ternyata mereka tampak tetap spartan.
Menurut Drs H Saefudin (45), Ketua Yayasan Tubagus Pangeling, kepada iwanfals.co.id menyatakan Panti Asuhan Yatim Piatu mulai berdiri semenjak tahun 1989, menyusul didirikannya yayasan dua tahun sebelumnya.
Selain menyantuni para anak yatim piatu yang jumlahnya mencapai 80 orang, yayasan juga menyantuni sekitar 100 orang anak-anak dhuafa yang berasal dari Jakarta, Bogor, Karawang serta Citeureup.
Sehari-harinya, di yayasan ini juga digelar proses belajar mengajar, membuka pengajaran Madrasah Ibtidaiyah (SD) Nuruttaqwa sebanyak enam kelas, Madrasah Tsanawiyah (SMP) sebanyak tiga kelas, serta SMU Tubagus Pangeling sebanyak tiga kelas, yang melibatkan ratusan siswa.
Pukul 14.30 acara Aksi Sosial tampak dimulai, diawali dengan ucapan selamat datang serta sambutan dari Pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Tubagus Pangeling, H Sopian Sidiq. Pada kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Iwan Fals dan rombongan. ”Hati saya sangat gembira,” tambahnya.
Beberapa waktu sebelumnya, dia mengaku sempat bertanya-tanya usai memperoleh kabar rencana kedatangan Iwan Fals, ”Apa iya, Om Iwan mau berkunjung ke Yayasan ini?” urainya, mengisahkan rasa penasarannya.
Dia lantas menyitir sebuah ayat Al Qur’an, tentang keutamaan menyenangkan anak-anak yatim, ”Wahai Malaikat bukakanlah pintu Syurga Selebar-lebarnya kepada umatku yang membuat bahagia hati anak-anak Yatim. Sementara, bukakanlah pintu Neraka selebar-lebarnya, bagi mereka yang membuat sedih anak-anak Yatim,” urainya.
Setelahnya, giliran Kresnowati perwakilan dari Tiga Rambu yang menyampaikan maksud gelaran tersebut. Menurutnya, acara yang digelar berkaitan dengan rencana pelaksanaan konser bulanan 12/9, seperti biasa didahului oleh kegiatan aksi sosial Tiga Rambu.
Kresno juga mengatakan, mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Tiga Rambu bisa bermanfaat bagi kalangan keluarga besar Yayasan Tubagus Pangeling, terlebih juga bagi para anak yatim yang disantuni oleh yayasan.
Pada kesempatan tersebut Tiga Rambu, secara simbolis juga menyerahkan bantuan uang Tunai, yang diserahkan oleh Cikal, putri Iwan Fals yang diterima oleh H Sopian Sidiq.
Usai penyerahan sumbangan, acara beranjak pada pentas seni yang digelar oleh para siswa pesantren maupun rumah yatim piatu. Acara diantaranya menampilkan siswa yang membawakan beberapa lagu populer.
Sesudahnya, acara juga dimeriahkan oleh penampilan kelompok Marawis dari para siswa yang tampak sangat antusias dengan kehadiran rombongan. Sampai disini, beberapa kru Iwan Fals Band, yang sedari tadi berada di belakang tenda undangan, mulai ada yang bangkit mendekat ke arah panggung.
Mereka tampaknya tertarik melihat kesenian khas ini. Rebana yang ditabuh sesuka hati oleh penabuhnya tampaknya jadi perhatian. Karena meski bebas-bebas saja ditabuh, tetap menghasilkan harmony alunan musik yang berbaur khas irama padang pasir.
Menariknya lagi, alunan musik marawis juga ditingkahi alunan vokal penyanyinya, lagi-lagi dengan lengking dan bahasa Arab yang fasih. Penampilan Grup Marawis sore itu, cukup memberi warna Aksi Sosial.
Acara lantas diskor beberapa menit, mengingat waktu Shalat Ashar sudah datang. Seorang siswa mengalunkan Adzan Ashar. Rampung para kru menunaikan Shalat Ashar, lantas giliran Iwan Fals & Band, yang naik panggung.
Sebuah lagu, perenungan Iwan Fals tentang pentingnya hidup berjamaah, lantas disenandungkan menjadi pembukanya, lagu itu berjudul Doa. Sebuah lagu yang didendangkan tanpa diiringi alat musik, kecuali iringan senandung lembut dari para musisi yang justru terasa ”menyentuh”, bagi yang mendengarnya.
 Situasi Ramadhan plus penampilan yang digelar di salah satu kantung pendidikan keagamaan ini, betul-betul mengangkat karakter lagu, yang diciptakan Iwan karena terinspirasi oleh senandung para penghuni masjid menjelang Adzan Shubuh yang kerap didengarnya di kawasan Leuwinanggung. ” Tiga bulan lamanya, dendang itu seperti terngiang di telingaku. Hingga akhirnya kubuat menjadi lagu,” urai Iwan dari atas panggung mengisahkan terciptanya tembang Doa itu.
Rampung dendang Doa, dilanjutkan dengan tembang Seperti Matahari menyusul Libur Kecil Kaum Kusam. Para santri, dan yang hadir tampak mulai bergoyang-goyang. Sebagian sembari menyimak dendang-dendang tersebut ada yang bertepuk tangan. Pendeknya, situasi bertambah meriah.
Di tengah situasi yang semakin meriah, lantas Iwan Fals & Band menyuguhkan lagu mereka yang terakhir sore itu, diiringi harapan agar para anak-anak berkenan hadir di konser Seperti Matahari, pada tanggal 12 September 2009, jam 15.15.
Lagu yang menjadi penutup penampilan Iwan Fals & Band sore itu, adalah Kantata Takwa, sebuah lagu yang sangat bersejarah. Kulminasinya, saat digelar konser Kantata Takwa di Jakarta Medio 90-an. Ada 150.000 tatapan mata saat itu. Lagu itu menurut Iwan, bahkan sudah ”menyelamatkan” Jakarta dari kehancuran.
 Lagu Kantata Takwa, sangat asyik untuk disimak. Pada beberapa bagian dendang tersebut, juga ditampilkan tetabuhan rebana. Kali ini rebana ditabuh dari balik panggung oleh para kru, yang sebagian amat bersemangat, sementara sebagian yang lainnya cukup tartil dalam bershalawat.
Di akhir persembahannya, Iwan berpesan dan mengaku senang ada di antara para siswa Yayasan Tubagus Pangeling. Dia berharap, mudah-mudahan dari yayasan pendidikan itu menghasilkan para pemimpin negeri yang bertanggungjawab, soleh, amanat serta menghargai keberagaman masyarakat.
 Dia juga berharap, mudah-mudahan kehadirannya memberikan inspirasi. Seraya berpesan, ”Semoga para pembina di pesantren maupun lembaga pendidikan, memberikan seluas-luasnya para siswa untuk berekspresi,” tandasnya.
|