Melihat Kandang Merak Di Cipayung
Oleh : Teguh Siswoharsono Tak ada kata yang terucap dari Iwan Fals (47), ketika wartawan, meminta komentarnya atas kepergian penyair besar WS Rendra. Hanya diam dan diam. Bagi Iwan Fals, WS Rendra adalah sosok yang sangat dihormati.
Kepadanya Iwan sering meminta pertimbangan. Ketika Iwan dilarang tampil di 100 kota, WS Rendra salah satu yang ikut membesarkan hati dan menyemangati Iwan. “Mas Willy (panggilan Rendra –red) bagi Aku itu seperti seorang bapak, sahabat, guru, teman sekaligus lawan. Aku nggak bisa bohong di depan beliau. Aku nggak bisa bilang tidak dengan Mas Willy,” ungkap Iwan Fals pada satu ketika.
Ketika si Burung Merak terbang menghadap Yang Kuasa, kandangnya di desa Citayam, Cipayung Depok, Jawa Barat seperti kosong. Tempat itu bagi Iwan bukan semata kandang biasa. Iwan memiliki kenangan manis dan pahit di sana. Tempat Iwan pernah mereguk pengetahuan.
“Saat Iwan Fals kecewa karena konser 100 kita tak dapat ijin, dia menyepi ke sini belajar di Bengkel Tetaer Rendra,” ungkap Iwan Burnani salah satu anggota Bengkel Teater senior. Menurut Iwan Burnani, saat Iwan Fals ingin belajar di Bengkel Teater, dia menerima syarat tak ada superstar di Bengkel Teater. Semua diperlakukan sama. Dan Iwan Fals setuju. Selain belajar teater, Iwan juga ikut seperti anggota Bengkel Teater yang lain yang melakukan kerja ladang, diskusi, berlatih fisik dan meditasi.
Jika sempat main ke Kawasan Bengkel Teater Rendra di Cipayung, di samping rumah adat Lampung terdapat sebuah rumah yang dibangun dari tumpukan batu kali. Itulah salah satu rumah eksperimen hasil kerja seniman Bengkel di mana Iwan Fals menjadi salah satu yang terlibat. “Waktu pementasan Bengkel saya sempat kebagian menabuh Gong. Oleh Jabo sering dimarahi karena salah. Ha..ha..” kenang Iwan Fals.
Kawasan Bengkel Teater di desa Citayam, Cipayung Depok, Jawa Barat berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar. Di atas lahan itu dibangun rumah adat Lampung, tempat tinggal WS Rendra, klinik untuk penderita TBC, ada ladang, kolam ikan dan makam. Juga kawasan yang sedang dihutankan oleh WS Rendra. Dengan ditanami tanaman keras seperti Ulin, Jati, Mahoni, Sono Keling dan lain-lain. Di dalam kawasan itu telah ditemukan 5 titik sumber mata air. Rencananya sumber mata air akan dipergunakan untuk seluruh warga sekitar.
Beberapa bulan sebelum kepergian Rendra, Iwan Fals sempat berkunjung ke Kandang Merak ini untuk peliputan rubrik Ngopi Bareng Iwan Fals. Tapi artikel itu belum sempat diturunkan, karena belum mendapat ijin dari WS Rendra. Beliau merasa belum sreg dengan format penulisannya.
Sekedar mengenang, saat mengobrol dengan Iwan Fals, WS Rendra berpesan tentang banyak hal. Salah satunya tentang Blue Energy yang sempat menimbulkan kontroversi. Dunia kesehatan, dunia pendidikan dan sejarah yang menyimpang jauh.
Nah, lantas bagaimana nasib Bengkel Teater setelah WS Rendra pergi? Itulah pertanyaan yang memgemuka dibenak anggota Bengkel. Mungkin WS Rendra bisa pergi, namun semangatnya tetap hidup di sanubari para anggotanya.
|