Malaysia Klaim Tari Pendet Bali
Oleh: Teguh Siswoharsono UNTUK kesekian kalinya Malaysia kembali mengklaim kebudayaan Indonesia. Setelah sebelumnya mengklaim Reog Ponorogo asal Jawa Timur, Kuda Lumping dan lagu Rasa Sayange sebagai kebudayaan Malaysia, kali ini Tari Pendet asal Bali juga diklaim sebagai kebudayaan Malaysia.
Bukti Malaysia melakukan tindak pengklaiman itu, Malaysia menggunakan rekaman Tari Pendet asal Bali untuk promosi pariwisatanya. Karena promosi pariwisata menggunakan budaya Indonesia, Malaysia meraih untung sebesar Rp 100 trilyun per tahun dari sektor pariwisata saja.
Karena mendapat desakan dari masyarakat pemerintah dalam hal ini Menbudpar, Jero Wacik baru mengirimkan surat protes kepada pemerintah Malaysia. “Pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat protes atas tindakan pengklaiman tari Pendet Bali oleh pemerintah Malaysia. Ini sangat tidak etis menggunakan kebudayaan Indonesia untuk promosi Malaysia,’ ungkap Jero Wacik.
Seperti biasa, saat dikonfirmasi seputar tindakannya itu, Malaysia kembali mengelak. Malaysia tidak mengakui bahwa dirinya telah melakukan tindak pengklaiman. Itu tindakan production house swasta QRU. Menurut salah seorang tim kreatif QRU (Rumah Produksi yang membuat iklan tari Pendet untuk pariwisata Malaysia-red), memasukan unsur kebudayaan Indonesia lebih sebagai upaya ikut mempromosikan Indonesia di mata dunia.
Gelombang protes atas tindakan Malaysia bukan terjadi pada kalangan seniman saja. Masyarakat umum pun merasa geram terhadap sikap pemerintah Malaysia yang tidak pernah berhenti membuat kesal. Juga kesal terhadap pemerintah Indonesia yang sepertinya tenang-tenang saja melihat begitu banyak kebudayaan Indonesia diboyong ke negeri jiran.
“Pemerintah Indonesia mesti lebih serius menangani kebudayaan Indonesia. Ini jangan dianggap masalah kecil. Ini masalah besar. Kalau semua masalah dianggap kecil, bisa-bisa kita akan kehilangan kebudayaan Indonesia karena diambil pihak asing,” tandas budayawan Putu Wijaya.
Menurut Putu Wijaya, tindakan Malysia sangat tidak etis. Seluruh dunia tahu bahwa Tari Pendet asalnya dari Bali. Bahkan melihat kostum penarinya saja sudah jelas beda. Saat ini, hampir di seluruh radio di Indonesia, menyiarkan protes terhadap tindakan Malaysia. Macam-macam sikap para penyair itu ada yang menyindir Malaysia dengan memutar lagu. Ada juga yang melakukannya dengan membuat kuis.
Agar hal ini tidak terjadi lagi, legenda musik Indonesia Iwan Fals mewanti-wanti supaya pemerintah menginventarisir seluruh kekayaan kebudayaan Indonesia. “Setelah semuanya didata, barulah didaftarkan hak patennya. Sehingga tidak ada pihak asing yang berani mengklaim. Ini juga cambuk bagi pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan kebudayaan nasional Indonesia,” ungkap Iwan Fals.
Jauh sebelum kejadian ini terjadi, Iwan Fals mengingatkan kepada pihak terkait agar masalah inventarisir bukan saja kekayaan kebudayaan tapi apa saja yang menjadi milik Indonesia itu dicatat. Kalau sudah dicatat jadi tahu kepunyaan Indonesia itu apa saja.
|