WELCOME, GUEST   |   LOGIN   |   REGISTER !
SEARCH

Ekonomi
Eksklusif
Human Interest
Olahraga
Pendidikan
Perspektif
Politik
Seni & Budaya
Tentang Kami
     
 

Satu Dasawarsa Oi, ’Berbuat’ Dengan Ilmu, Karya, dan Kebersamaan Untuk Bangsa

Oleh Andri Oktavia

Gelar peringatan 10 tahun Oi tahun ini agak istimewa. Pasalnya, selain menggelar peringatan hari lahirnya Oi, acara juga dimeriahkan oleh berbagai acara. Salah satunya yang cukup fenomenal adalah digelarnya Jambore III Oi, yang dihadiri oleh 38 BPK (Badan Pengurus Kota) Oi seluruh Indonesia, setidaknya 600-an anggota Oi hadir.

Selain itu, peringatan HUT Ke-10 Oi, juga akan dipuncaki dengan konser kemerdekaan, yang bertajuk Introspeksi : Hidup Bersama Harus Dijaga, yang akan menampilkan Iwan Fals & Band, serta featuring dengan Digo & Band.

Pukul 4 sore, (12/8) bertempat di Museum Nasional TMII digelar jumpa pers terkait pelaksanaan peringatan ulang tahun Oi. Hadir pada jumpa pers tersebut, Ketua Panitia Peringatan HUT Oi ke-10, Abot; Ketua Oi, Digo; Manajer Kebudayaan TMII, Mas’ud, Presiden Direktur Tiga Rambu, Rosana; dan Iwan Fals & Band beserta kru.

Abot, yang berbicara pertama kali menyatakan, acara jumpa pers ini selain bertujuan untuk mempublikasikan gelar peringatan HUT Oi ke-10 yang geliatnya dimulai semenjak tanggal 14/8, serta acaranya yang akan digelar hingga 16/8, jumpa pers termasuk menginformasikan ke masyarakat akan digelarnya konser Iwan Fals & Band, pada acara puncak.

Disamping itu, gelaran peringatan HUT Oi ini adalah gelaran rutin yang diperingati setiap tahunnya. Hanya, untuk Jambore diakuinya baru yang ke-3 kalinya digelar. Acara itu sendiri menurutnya amatlah penting, sebagai ajang silaturahmi antar para anggota Oi seluruh Indonesia.

Sementara itu, Digo selaku Ketua Oi menyatakan, Oi adalah organisasi massa yang didirikan pada tahun 1999. Iwan Fals dan Rosana menurutnya juga para pendiri Oi. Organisasi ini sudah menginjak usia yang ke-10.

Di kesempatan HUT Oi ke-10 ini, Iwan Fals juga berkesempatan menggelar konser pada malam puncak peringatan. Konser tersebut menurutnya merupakan konser bulanan rutin yang biasa digelar Iwan Fals, hanya kali ini “digeser” pelaksanaannya di HUT Oi, ini.

Sekilas profil Oi disinggung Digo. Menurutnya, Oi terdiri atas beberapa kecabangan konsentrasi peminatan anggotanya. Konsesntrasi yang didalami diantaranya adalah seni, olahraga, pendidikan, dan niaga. Di luar itu, sebagai organisasi yang mengarah ke modern, Oi juga sudah memiliki LBH Oi serta Oi Crisis Center (OCC).

“Yang ingin kita sampaikan lewat kegiatan peringatan ini, hanya berbuat bagi Indonesia yang akan membantu perbaikan nasib bangsa, serta bisa mengisi hidup berbangsa dan bernegara,” urai Digo.

Digo juga berterimakasih atas dukungan berbagai pihak terkait pelaksanaan peringatan HUT Oi, hingga acara tersebut bisa digelar. ”Terima kasih kepada teman-teman yang sudah membantu hingga acara ini bisa digelar,” urainya.

Sementara, Mas’ud (Manajer Kebudayaan TMII) menyatakan sepanjang tahun 2009 pihaknya belum menggelar sebuah acara yang cukup fenomenal. Kedatangan Iwan Fals dengan menggelar konser merupakan kehormatan sekaligus yang paling ditunggu-tunggu oleh pihaknya.

Apalagi menurutnya, Iwan Fals dengan lagu-lagunya yang tetap aktual adalah legenda musik yang jadi panutan para musisi. ”Saya berpikir, kuatnya syair-syair Iwan Fals, konteksnya sudah seperti ’sabda’,” urai Mas’ud diselingi derai tawa yang hadir.

Sementara itu, perwakilan dari Lazuardi Birru, Diah, mengaku senang bisa terlibat di gelaran ini. Apalagi menurutnya, antara Oi dan Lazuardi Birru memiliki kesamaan visi, sama-sama menginginkan perdamaian diantara keberagaman yang ada, serta selalu berupaya menegakkan persatuan.

Demikian halnya Rosana (Presiden Direktur Tiga Rambu), menyatakan bahwa kondisi di mana gelaran demi gelaran tampaknya memang menempatkan Oi pada kesetiaan dan peduli pada kepentingan kebangsaan.

Tak mau ketinggalan, Sang Legenda Hidup, Iwan Fals juga angkat bicara. Iwan mengajak semua yang hadir berucap syukur, karena bisa saling dipertemukan.

Iwan tampaknya ingin mengajak, agar yang hadir bisa sebanyak mungkin berbuat baik. ”Dalam kehidupan yang tak berapa lama ini, semua yang hadir berbuat baik saja, termasuk berkomitmen untuk menjalankan semua peraturan yang sudah disepakati,” tambahnya.

Bahkan, Iwan berharap, di hari ulang tahun Oi sangat penting artinya memaknai kata-kata lewat perbuatan. Sebab menurutnya, hanya akan membuang waktu jika kata justru hanya sekedar kata.

Sekilas dikisahkannya, ada sekitar 300 orang yang hadir dari seluruh Indonesia, saat Oi dilahirkan, yang lantas mendeklarasikan Oi. Hasil keputusan bersama saat itu, menyepakati sebuah organisasi Oi yang bukan sekedar fans club. ”Ada yang hilang rasanya waktu itu, ketika Oi berencana menjadi sebuah organisasi yang mandiri. Tetapi bagaimana? Itu keputusan kawan-kawan,” tambah Iwan.

Bahkan, Iwan Fals mengaku salut, pada akhirnya Oi betul-betul menjadi sebuah organisasi yang mandiri. Sekalipun dia adalah salah satu pendiri, dia mengakui tidak bisa sembarang mengintervensi Oi. Dan ternyata setelah 10 tahun berdiri, meski dengan berbagai keterbatasan, Oi tetap tumbuh.

Iwan juga menyampaikan besarnya peran Digo. menurut Iwan, sebagai prototipe seorang pemimpin di Oi, Digo cukup luar biasa. Dia (Digo -red) sudah bertahan selama dua periode. ”Bisa ditanyakan sendiri kepadanya terkait Oi,” urai Iwan kepada wartawan.

Mudah-mudahan menurut Iwan, masyarakat Indonesia yang jujur, sejahtera, makmur, bisa terwujud, ”Itu impian kita bersama,” tandasnya.

Diakuinya tapakan karir yang sudah dilalui sebagai musisi cukup dinikmatinya. Bahkan, dia mengatakan hasilnya tidaklah terlalu penting, yang terpenting justru bagaimana semua proses bisa dilalui. ”Proses saya begitupun kalian para wartawan, bisa sampai disini itulah yang terpenting,” urainya.

iwanfals.co.id mengkonfirmasikan hal terkait, terutama adanya kritik bahwa Oi tidak semaju Slankers (fans club Slank) kepada Digo. Menurut Digo yang sudah dua periode memimpin Oi ini, pihaknya merasa sudah cukup berusaha memajukan Oi.

Sebagai bentuk proses demokrasi di Oi, yang menurutnya salah satu ukuran bahwa Oi sudah berjalan diatas rel yang baik, adalah suksesi. Menurutnya, kawan-kawan dari satu pengurus pusat misalnya, dilahirkan dari Munas (Musyawarah Nasional). Sampai disini terlihat Oi cukup demokratis.

Kemudian, di tingkat provinsi Oi punya Badan Pengurus Wilayah (BPW), itu pun dipilih oleh peserta-peserta dari kota. Dan lantas pengurus-pengurus kota pun dipilih oleh perwakilan kelompok yang memilih ketuanya.

Sementara, kalangan ketua kelompok, dipilih oleh para anggota langsung. ”Jadi saya pikir, kalau dinilai dari sistem, kita sudah menjalani sistem demokrasi yang menurut kita paling pas,” tambahnya.

Bahkan, Digo mengaku sering juga berkomunikasi dengan simpul Slankers. Dari pembicaraannya dia justru agak kaget juga, karena ada anggapan dari mereka, ingin menjadi organisasi semacam Oi.

Ibarat kata pepatah menurutnya, sangat wajar ketika ada di rumah sendiri, lantas terpikir bahwa ”rumput tetangga jauh lebih indah ketimbang rumput sendiri".

Baginya, yang terpenting akan berkomunikasi, bergaul dengan siapapun. Ketika kawan sepergaulan ternyata lebih bagus, kenapa tidak ditiru. Atau mungkin justru kawan yang menilai Oi lebih baik. ”Silahkan saja, kita tetap bergaul,” urainya.

Digo mengaku tidak terganggu dengan adanya pernyataan bahwa Slankers lebih baik dari Oi. Bahkan, diakuinya fans club Slank tersebut cukup dekat dengan Oi. Digambarkannya, ketika Slank akan dituntut oleh MPR/DPR, LBH OI lah yang menyatakan pertama kali ingin mendukung Slank. ”Jadi, memang beda fungsi saja. Saya pikir tidak ada masalah itu,” urainya.

Digo lantas menegaskan, pihaknya tidak pada porsi menilai Oi lebih baik atau lebih buruk dari Slankers. ”Kita percaya proses saja,” tambahnya.

Sebetulnya Digo juga sudah memiliki konsep ke depannya terkait modernisasi Oi, dengan memperkuat sayap-sayap organisasinya, termasuk rencana membuat Event Organizer.

Sementara, terkait pernyataan Iwan Fals yang mengaku ”sempat ingin menangis”, ketika pertama kali mendengar pilihan kawan-kawan tentang Oi menjadi bentuk Ormas. Ditambahkannya, jikapun beliau (Iwan -red) ingin membuat fans club, bagi Oi hal tersebut bukan masalah.

Hanya saja, Digo sangat meyakini, jikapun fans club tersebut terbentuk, para anggotanya pasti anggota Oi juga. Tetapi menurutnya persoalannya tidak di Oi jadi fans club, atau Oi jadi ormas. ”Kita patuhi saja apa yang disepakati bersama, menjadi satu proses. Nggak masalah, kalau kita sepakat besok ingin jalan-jalan, ya kita sepakati. Jangan di tengah jalan nanti ada yang mau pulang, ada yang nggak jadi, dan sebagainya,” tambahnya.

Terkait peringatan HUT Oi, menurutnya semenjak tanggal 13/8, kawan-kawan Oi dari Manado bahkan sudah hadir. Terkait konsep perayaan HUT, pihak Oi menyediakan ruang dan waktu untuk mengeksplor kemampuan dan ketertarikan anggota Oi yang hadir. Diantaranya bidang musik, seni, teater, olah raga, dan pendidikan. ”Pendeknya, kita diskusi di sini,” tambahnya.

Di kesempatan HUT Oi juga ada segmen acara transformasi keilmuan, sebagai gambaran di bidang pendidikan. TVS juga berencana membuka workshop perbengkelan, serta mengisi mengenai salesmanship.

Demikian pula dengan di bidang politik, ada beberapa kawan-kawan yang aktif di pergerakan yang lantas diundang, diantaranya Feri Juliantono, Jumhur, dan Adang Daradjatun.

Kesemua kegiatan, dipusatkan di TMII (14/8-16/8). Sementara pada tanggal 16/8, pihaknya hanya akan fokus pada pertunjukan Iwan Fals. Uniknya, mengapa acara HUT Oi tersebut digelar di TMII, karena ada kerinduan untuk mempersatukan budaya, serta agar tidak ada kesan Oi eksklusif.

Berita Lain

1   Pengalaman Haji Iwan Fals & Rosana (Istri)
2   DAPATKAN ALBUM 'KESEIMBANGAN' DAN RBT DISINI
3   20 Nominator KaryaKita Terbaik periode Desember
4   10 KaryaKita Terbaik periode November
5   20 Nominator KaryaKita Terbaik periode Oktober
6   Aksi Sosial Tiga Rambu: ”Selamat Bekerja, Pejuang Kemanusiaan!”
7   20 Nominator KaryaKita Terbaik periode September
8   Totok Tewel: Iwan Akan Terus Eksis Jika Berkarya