Skateboard Terus Berkembang Meski Sarana Seadanya
Oleh Andri Oktavia
Tak nanyak sarana bagi olahraga yang pacuan adrenalinnya hingga ke “ubun-ubun†ini. Seperti yang dialami anak-anak Depok. Jika tidak di salah satu pusat perbelanjaan, UI, atau Telaga Kahuripan Bogor, para skater memanfaatkan taman-taman kota dan lapangan RT, untuk berlatih.
Meski sudah kusam di sana-sini, lapuk atau jebol landasannya, ber-skateboard di salah satu pusat perbelanjaan di Depok ini, tetap jadi pilihan anak-anak Depok yang “gatal tantangan†ini. Apalagi pilihannya memang tidak banyak.
Hanya satu pusat perbelanjaan yang sudah menyediakan fasilitas skateboard, lengkap dengan fasilitas untuk melakukan atraksi, diantara bertaburannya pusat perbelanjaan.
Sebetulnya, di Kampus UI, sarana latihan sekedarnya juga bisa ditemui, rata-rata hanya berupa arena datar terlebih bukan skate park.
Susahnya jadi skater di Depok, mereka jadi kerap menyambangi arena olah raga ber-skateboard di Telaga Kahuripan Bogor, meski jarak tempuhnya tidak bisa juga dibilang dekat.
Sebagai contoh, sebut saja Erik (18), remaja asal Kompleks Harco -Sawangan Depok ini, yang ketika iwanfals.co.id menyambanginya, tampak sedang asyik memperhatikan seorang rekannya yang melaju di atas papan skateboard, suatu sore yang mendung di Depok beberapa waktu lalu.
Sudah empat tahun ini, Erik menyukai skateboard. Main skateboard menurutnya sangat menyenangkan, terutama karena sangat menantang. Disamping itu, Erik mengaku bisa kenal banyak teman. Padahal, awalnya dia tertarik ber-skateboard karena melihat temannya berlatih, “Gara-gara teman, aku jadi suka skateboard,†kata remaja ganteng ini.
Kalau di Depok kondisinya demikian, kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami para anak-anak muda di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. Mereka juga mesti bersabar, berlatih di halaman rumah, lapangan kecil di sekolah-sekolah, atau ke pusat olah raga ekstrim yang mulai juga tumbuh di seantero kota.
Namun, memang dirasa perhatian Pemda DKI, Bekasi, Tangerang terkait olah raga ini, tidak jauh-jauh beda dengan Depok. Olah raga ekstrim yang kian menjamur dan berciri sederhana bisa digelar di manapun ini, tampak dibiarkan tumbuh dengan sendirinya.
Untuk menguasai olahraga ini, tak jarang pemain mesti “membayar mahalâ€. Beberapa waktu lalu saat berlatih menuruni pool, bagian pergelangan kaki Erik misalnya, cidera dan patah. “Sekarang sih sudah baikan hingga bisa berlatih lagi,†tambahnya.
Untuk berlatih biasanya para skater yang sudah mumpuni menularkan ilmunya kepada para skater pemula. Sudah itu, acara kopi darat di arena skateboard jadi waktu berlatih, menularkan ilmu, juga jadi sarana unjuk kebolehan. Sesi ini biasanya digelar di akhir minggu.
“Kita sih berharap, karena olahraga ini merupakan kegiatan positif bagi anak-anak muda, ketimbang melakukan hal negatif, alangkah baiknya pemerintah menyediakan sarananya. Bahkan para skater juga tidak akan berkeberatan jika harus membayar,†timpal Erik lagi.
Rata-rata yang menekuni olahraga “berbahaya†ini, tidak menyimpan obsesi, selain untuk menyalurkan hobi semata. Namun, beberapa para skater ada yang punya reputasi Skater Nasional, Asia, maupun digandeng sponsor seperti distro dan Volcom.
Yang perlu diperhatikan dalam bermain skateboard, tidak ada yang lebih penting selain sikap “hati-hatiâ€. Sebab jika salah sedikit, cidera yang cukup serius sewaktu-waktu bisa terjadi.
Ada kepuasan tersendiri, jika sudah menguasai satu trik tertentu. Ini diakui oleh para skater, selain menguasai teknik dasar ber-skateboard, trik lanjutan lainnya yang bisa dikembangkan. Pop shuvit, kick flip, hell flip, selain tentunya beberapa trik advance skateboard lainnya.
Yang paling utama agar bisa ber-skateboard adalah melatih keseimbangan. Keseimbangan itulah, yang dipertajam diatas papan skate, yang lambat laun jika sering melatihnya bakal gape.
|